Tenaga Dalam (Inner Power)


  Tenaga Dalam (dikenal juga dengan istilah Tenaga Pernafasan, Inner Power, Breathing Power, Krachtologi, Chi, Qi  Gong, dan Rei ki) adalah energi berjumlah besar dari ulu hati yang disalurkan secara paksa ke otot, melalui saluran darah dan urat saraf. Dalam ilmu beladiri, tenaga dalam bertujuan untuk memperbesar tenaga serangan, pukulan dan tendangan yang disertai tenaga dalam memiliki daya rusak lebih besar dibandingkan tenaga otot biasa, bahkan mampu menghancurkan benda keras.
  Manusia memiliki unsur kimia tubuh yang bernama ATP (Adenosine Triphosphate), ATP ini dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. ATP berfungsi sebagai energi cadangan, misalnya setelah kita berolahraga dan lelah, kemudian bila diistirahatkan sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia. Dalam kondisi biasa, manusia hanya menggunakan sebagian kecil dari energi tubuhnya, sedangkan sebagian besar energinya tersembunyi sebagai cadangan di ulu hati (Solar Plexus).
  Bagi orang biasa yang belum terlatih, tenaga dalam biasanya bangkit saat ketakutan, anda pasti sering mendengar atau bahkan merasakan sendiri bahwa manusia sering mendapat tenaga tambahan ketika ketakutan dan terpaksa bertindak cepat, seperti mendadak mampu melompati pagar saat dikejar anjing gila, mendadak mampu memindahkan perabotan berat sendirian saat terjadi kebakaran, atau mendadak mampu berlari sangat cepat saat ada tsunami. Pada dasarnya setiap orang memiliki tenaga dalam karena semua manusia memiliki unsur kimia ATP, hanya saja banyak yang belum tahu cara melatihnya.
  Untuk membangkitkan tenaga dalam diperlukan supply oksigen yang lebih banyak dan dilakukan secara efektif, satu-satunya cara melatih tenaga dalam ialah dengan latihan teknik pernafasan. Oksigen harus diputarkan secara cepat ke seluruh tubuh dan membuang CO2 secara cepat juga. Saat membuang nafas, otot perut harus dikejangkan, dengan pengejangan otot perut, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar, sedangkan pembuangan Karbon dioksida dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut sambil memukul sasaran. Bila kedua hal tersebut dilakukan dengan tepat maka oksigen yang berputar di dalam tubuh kita saat itu adalah oksigen bersih tanpa CO2, energi besar yang sudah terkumpul lalu disalurkan ke otot dengan cepat, pukulan kita menjadi lebih keras dibanding biasanya.

Teknik Pernafasan Tenaga Dalam
  Pada prinsipnya, saat berlatih tenaga dalam anda harus memiliki jumlah oksigen lebih dalam tubuh, Jadi udara yang dihirup harus lebih banyak daripada jumlah udara yang dibuang. Semakin lama anda menahan nafas di dalam perut, oksigen akan semakin luas menjalar ke seluruh tubuh, anda bisa merasakan suhu tubuh anda meningkat, tubuh semakin panas dan mulai keluar keringat. Berikut beberapa dasar teknik pernafasan yang sering digunakan dalam olahraga beladiri, Anda bebas berlatih sambil berdiri selebar bahu atau duduk bersila, yang penting posisi tubuh tegak dan semua otot tubuh rileks santai.


1. Pernafasan Dada (Chest Breathing)
- Tarik nafas lewat hidung, dada mengembang, usahakan posisi perut tetap rata.
- Tahan nafasnya, tahan sesuai dengan kesanggupan masing-masing, jangan dipaksa.
-  Buang nafas lewat mulut dengan perlahan, dada ikut mengempis/turun.


2.Pernafasan Perut (Abdominal Breathing)
- Tarik nafas lewat hidung, perut mengembang, biasanya sering muncul rasa tekanan di ulu hati, namun anda tidak perlu takut.
- Tahan nafasnya, tahan sesuai dengan kesanggupan masing-masing, jangan dipaksa.
-  Buang nafas lewat mulut dengan perlahan, perut ikut mengempis.


3. Pernafasan Diafragma (Diafragma Breathing)
- Tarik nafas lewat hidung, dada mengembang.
- Tarik nafas terus, sekarang perut dikembangkan juga. , biasanya sering muncul rasa tekanan di ulu hati, namun anda tidak perlu takut.
- Tahan nafasnya, tahan sesuai dengan kesanggupan masing-masing, jangan dipaksa.
-  Buang nafas lewat mulut dengan perlahan, perut ikut mengempis.
- Mulai rileks, dada mengempis.


4. Pernafasan Berputar (Rotating Breathing)
- Tarik nafas lewat hidung, dada mengembang, usahakan posisi perut tetap rata.
- Tahan nafasnya, lakukan putaran nafas perlahan (sambil tahan nafas: kembungkan perut, kempiskan, kembungkan lagi, putar terus sesuai kemampuan sesuai kesanggupan).
- Kempiskan perut, buang nafas melalui mulut perlahan.


5. Pernafasan Pukulan (Punch Breathing)
Setelah mempelajari 4 teknik dasar pernafasan, biasanya pelatih akan mengajarkan aplikasi tenaga dalam dasar dengan teknik pukulan.
- Pasang kuda-kuda sambil siap memukul.
- Lakukan salah satu dari 4 teknik pernafasan dasar sebelumnya.
- Tahan nafas sambil fokus pada tangan yang akan memukul.
- Pukul cepat sambil buang nafas.
Apabila sudah dirasa cukup bagus tekniknya, pelatih akan mulai menyuruh anda latihan tenaga dalam mematahkan batu bata atau papan kayu. Biasanya teknik pernafasan yang digunakan untuk memecahkan benda keras adalah pernafasan diafragma dan pernafasan berputar, kedua teknik itu paling keras menekan solar plexus dan memaksa energi cadangan keluar.




Senpai, kalau latihan pernafasan bertujuan untuk menekan solar plexus, mengapa tidak minta kawan kita menonjok ulu hati kita saja?


  Jangan sembarangan, di dalam tubuh manusia banyak sekali organ vital, terutama di bagian dada, perut, dan kepala, satu pukulan bisa merusak banyak organ penting. Sudah banyak sekali petinju dan atlet tarung bebas yang meninggal di atas ring akibat cedera pada organ vital yang dianggap remeh oleh orang awam.

Sebenarnya apa fungsi tenaga dalam bagi teknik beladiri? Bukannya hanya untuk atraksi sirkus memecahkan bata dan kayu saja?

  Disinilah banyak teori sesat mengenai tenaga dalam, banyak oknum yang tidak paham mengenai tenaga dalam menyalahgunakan istilah demi tujuan komersil. Banyak oknum yang mempromosikan kehebatan anggota dojo-nya dengan atraksi memecahkan batu bata dan papan, sementara mereka tidak bisa tenaga dalam (teknik pernafasan) dan hanya mengandalkan jurus tenaga luar (tenaga otot) saja. Ada juga oknum yang beraksi dalam kelompok melakukan sandiwara murahan, atraksi melempar musuh tanpa sentuhan, membohongi orang awam dengan teknik Sugesti Prestive dan Sugesti Kerumunan. Hal ini tentu membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain.
  Pada dasarnya aplikasi jurus tenaga dalam digunakan untuk membunuh lawan dengan pukulan tunggal dan mendobrak pintu keras. Dalam kemiliteran modern, aplikasi tenaga dalam sangat membantu sekali dalam latihan mendobrak pintu (Door Breaching).

Apakah dengan menguasai aplikasi tenaga dalam akan membuat seseorang menjadi tidak terkalahkan?


  Tidak benar, lupakan adegan di film kungfu dan anime, anda harus tahu bahwa pelaku kriminal selalu beraksi dengan cepat dan berkelompok. Anda amati sendiri, untuk menggunakan tenaga dalam memerlukan waktu banyak untuk melakukan teknik pernafasan. Apabila anda hanya mengandalkan tenaga dalam saja, anda akan terbunuh oleh perampok yang bertarung cepat (baru tahan nafas, udah dibacok duluan), itulah sebabnya mengapa seorang pendekar harus menguasai teknik bertarung dengan tenaga luar (tenaga otot biasa) dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kudo (Daido Juku Karate)

Senam Pemanasan & Pendinginan