Pencak Dor (Silat Gaya Bebas)
- Dilarang meniru tanpa bekal latihan dasar beladiri.
- Dilarang meniru tanpa pengawasan ahli.
- Dilarang meniru tanpa pengawasan ahli.
Kesenian tarung bebas Pencak Dor merupakan olahraga beladiri yang didirikan Gus Maksum (KH Maksum Jauhari), ketua Pagar Nusa, ikatan pencak silat Nahdlatul Ulama di pondok pesantren Lirboyo Kediri tahun 1960. Dulunya, tradisi itu ditampilkan dalam hajatan atau peringatan hari besar tertentu, misalnya 1 syuro, peringatan Maulid Nabi Muhammad, atau hari-hari besar lainnya. Bagi Gus Maksum, bukan pesantren namanya jika tak ada pencak silat sebab pencak adalah warisan leluhur Tanah Air paling tulen. Tradisi panjang itu hingga kini terus berlangsung dan menjadi rutinitas para santri.
Meski dinamakan tarung bebas tapi pada pelaksanaannya tetap memakai wasit untuk memimpin pertarungan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Ketika salah satu pendekar sudah menyerah atau menyatakan kalah, wasit akan menyudahi pertarungan dan pendekar yang selesai bertarung akan berjabat tangan dan makan bersama sebagai tanda persahabatan. Hal itu menunjukan bahwa di dalam pertandingan tarung bebas pencak dor tak untuk mencari musuh, melainkan untuk mencari persahabatan di antara para pendekar.
Meski dinamakan tarung bebas tapi pada pelaksanaannya tetap memakai wasit untuk memimpin pertarungan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Ketika salah satu pendekar sudah menyerah atau menyatakan kalah, wasit akan menyudahi pertarungan dan pendekar yang selesai bertarung akan berjabat tangan dan makan bersama sebagai tanda persahabatan. Hal itu menunjukan bahwa di dalam pertandingan tarung bebas pencak dor tak untuk mencari musuh, melainkan untuk mencari persahabatan di antara para pendekar.
Kesenian yang patut dilestarikan meski bersifat adu nyali. Dengan adanya kesenian tarung bebas pencak dor diharapkan tak ada perkelahian antarpemuda atau masyarakat yang dewasa ini sering terjadi. Dengan acara tersebut para pria pemberani pada akhirnya akan menyalurkan kemampuan beladirinya dalam sebuah pertarungan di atas ring, bukan pertarungan tanpa kontrol atau perkelahian massa. Tradisi luar biasa sekali dipertunjukan dan membawa pesan bahwa memiliki keberanian atau kemampuan beladiri memang harus disalurkan pada tempat yang tepat, agar kemampuan itu tak mengarah pada perbuatan yang negatif dan merugikan orang lain.
Silahkan klik kanan untuk memperbesar atau men-save gambar.
Sumber:
http://news.liputan6.com/read/508874/pencak-dor-lirboyo-meraih-rida-illahi
http://www.kediripedia.com/pencak-dor-tradisi-tarung-bebas-ala-pesantren/
http://silatindonesia.com/2011/07/melongok-seni-tarung-bebas-pencak-lirboyo/
www.dailymail.co.uk
www.ulinulin.com
ayiklibraryzone.wordpress.com
www.madiunpos.com







Komentar
Posting Komentar