Manfaat Olahraga Beladiri


  Sebagian orang beranggapan bahwa olahraga beladiri identik dengan kekerasan karena banyaknya gerakan memukul, menendang dan teknik perkelahian. Namun anggapan tersebut tidaklah benar karena berlatih beladiri mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Olahraga beladiri sangat baik bagi jasmani dan rohani, dalam beladiri diajarkan bagaimana menghadapi situasi penuh tekanan baik dari fisik sendiri maupun dari luar.


  Banyak orang yang menekuni olahraga beladiri dengan motivasi yang beranekaragam, ada yang berlatih karena ingin menjadi atlet, ada yang berlatih karena ingin langsing namun greget, ada yang tertarik dengan beladiri setelah menonton film-film Bruce Lee, dan ada yang berlatih untuk sekedar hobi. Dari sekian banyak motivasi yang dimiliki masyarakat, apakah manfaat sebenarnya dari olahraga beladiri itu sendiri?

Larsen (2002) menjelaskan 8 manfaat olahraga beladiri:

1. Latihan fisik dalam olahraga beladiri baik untuk membangun jasmani dan menjaga kesehatan.
2. Membangun keberanian (Courage).
3. Membentuk kedisiplinan (Discipline).
4. Membangun rasa percaya diri (Self confidence).
5. Membina semangat kesatuan (Esprit de corps).
6. Membentuk individu yang tangguh (Tough).
7. Melatih ketenangan (Calm).
8. Melatih kemampuan menguasai diri (Self control).

Haryo (2005) menjelaskan dua aspek manfaat dalam olahraga beladiri:

1. Aspek teknik
Olahraga beladiri dapat menjaga kesehatan jasmani serta membangun tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Teknik yang dilatih dalam semua cabang olahraga beladiri dapat bermanfaat dalam situasi berbahaya dimana seseorang dituntut mempertahankan dirinya atau orang lain.

2. Aspek non teknik
Olahraga beladiri dapat membangun karakter dimana para praktisinya diajarkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari, memiliki mental tangguh tidak mudah menyerah dan putus asa, mengendalikan diri dan tingkah laku dalam kehidupan, dan memahami bagaimana budaya dan karakter masyarakat dimana cabang olahraga beladiri yang dipelajari itu berasal, sehingga jalinan antar umat manusia dapat dijalin meskipun berbeda bangsa dan ideologi.

  Dapat ditarik kesimpulan bahwa menekuni olahraga beladiri bukanlah untuk menjadi seorang “jagoan”, namun bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, mengajarkan orang menjadi ramah, santun, dan beradab. Bukan mengajarkan menjadi orang yang suka menghancurkan dan menyakiti orang lain.

  Bagi seorang yang cukup lama mempelajari beladiri, ia dikatakan berhasil apabila tidak hanya mempelajari jurus saja namun juga menghayati dan memahami esensi dari “Seni Beladiri”. Beladiri sebagai budaya, bukan yang selama ini kebanyakan orang mengaitkan beladiri hanya identik dengan kekerasan. Namun banvak hal lain yang dapat diperoleh dan diambil manfaatnya dari belajar dan berlatih seni beladiri. Dengan mempelajari dan berlatih teknik dan memahami filosofi yang terkandung dalam seni beladiri, pada dasarnya seseorang dapat merasakan manfaatnya dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan fisik dan mental.


Sumber:
Haryo, Ben (2005). Seniman beladiri – Martial artist. Jakarta: Fukaseba publications.

Larsen, Matt (2002). Combatives: Field Manual 3-25.150. Washington: Departemen of the army.

Art by: PITO
http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=55268547

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kudo (Daido Juku Karate)

Tenaga Dalam (Inner Power)

Senam Pemanasan & Pendinginan