McDojo (Martial Art Fraud)
McDojo adalah tindakan penipuan dengan modus club beladiri gadungan, mereka mengajari murid (korban) dengan teknik asal-asalan dan mengenai biaya latihan yang sangat mahal. Kasus cedera sering terjadi akibat prosedur latihan yang tidak aman dan asal-asalan, pelaku langsung kabur setelah korban cedera melapor ke polisi. McDojo biasanya memakai atribut beladiri jepang seperti seragam Karate dan sabuk hitam.
Dari sejumlah kasus yang terjadi di berbagai negara, pendiri McDojo mampu mensugesti para korbannya yang masih polos dengan iming-iming kesaktian dan jadi jagoan seperti Bruce Lee. Pelaku penipuan modus ini selalu beraksi dalam kelompok, ada yang berakting sebagai “guru gadungan”, dan ada yang berakting sebagai “murid-murid gadungan”.
Cara kerja McDojo persis dengan kelompok radikalisme dan kelompok aliran sesat, mereka mencuci otak korbannya yang tidak berilmu dengan berbagai sugesti, setelah korban terpengaruh mereka memanfaatkannya untuk mendapatkan uang.
Agar pembaca lebih mudah memahami, ada baiknya kita membahas sedikit mengenai teori dasar sugesti.
Pengertian Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh oleh seseorang atau kelompok kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mengikuti pandangan tersebut tanpa berpikir panjang. Sugesti akan lebih berhasil bila yang memberi sugesti adalah orang berwibawa atau dipercaya. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada kemampuan intelektual, kepribadian, usia, dan keadaan fisik seseorang.
Orang yang mensugesti seseorang disebut sugestif. Orang yang mudah disugesti disebut sugestibel.
Keadaan dimana seseorang sangat peka terhadap sugesti ialah dalam keadaan Hipnosia. Hipnosia adalah kondisi yang mirip sekali dengan tidur, namun tetap disertai dengan unsur konsentrasi dan perhatian, orang yang bersangkutan pikirannya terbuka sekali bagi sugesti yang diberikan oleh hipnotiseu (yang menghipnotis), semakin fokus target memperhatikan hipnotiseu bicara, semakin mudah ia disugesti.
Media sugesti:
1.Pandangan mata, apabila tidak ada kontak mata, sulit mengajak bicara orang lain.
2. Suara (dialog), Kata-kata yang merayu dan manis dapat mempengaruhi orang lain.
3. Raut muka, orang akan mudah diajak bicara dengan orang lain yang bersikap ramah dan enak dilihat.
4. Suriteladan/ contoh, orang akan percaya dengan perkataan orang lain yang dianggap hebat atau diidolakan.
5. Gambar/ reklame, gambar yang bagus dan unik mampu menarik perhatian calon pembeli.
6. Semboyan, berbagai kata mutiara yang memberikan semangat, seperti “merdeka atau mati”.
Syarat-syarat yang memudahkan proses sugesti:
1.Sugesti karena hambatan berpikir, individu yang tersugesti pikirannya sudah tidak jalan, karena sudah banyak dimasuki pemikiran dari pelaku sugesti.
2.Sugesti karena mayoritas, individu akan mudah terpengaruh oleh kelompok sosial.
3.Sugesti karena ingin, ada keinginan untuk meyakini kemampuan diri sendiri.
Jenis-jenis sugesti:
1.Sugesti kerumunan (Crowd Suggestion), adalah penerimaan pemikiran yang tidak berdasarkan penalaran, akibat keanggotaan individu dalam suatu kerumunan. Contoh: seorang individu ikut tiarap karena orang-orang sekitarnya mendadak tiarap seperti ada ledakan.
2.Sugesti negatif (Negative Suggestion) adalah sugesti yang bertujuan untuk menghasilkan tekanan-tekanan atau pembatasan tertentu dalam hal negatif. Contoh: Tahanan politik disiksa dan ditekan agar mematuhi perintah rezim yang berkuasa.
3.Sugesti prestive (Prestige Suggestion), sugesti sebagai akibat prestise orang lain. Contoh: apabila seseorang diperintah oleh orang yang diidolakan atau disegani, langsung dikerjakan tanpa pikir panjang.
Proses terjadinya sugesti:
1.Ada rangsangan yang menarik dari luar, biasanya berupa ajakan, anjuran, janji manis, rayuan gombal, atau maksud-maksud lain yang sejenis.
2.Rangsang tersebut secara keseluruhan menyentuh hati sanubari bagi yang terkena.
3.Terjadinya pertentangan antara pertimbangan pribadi dengan pertimbangan yang diajurkan oleh orang yang membuat sugesti (sugestif).
4.Pertimbangan pribadi kalah dan tunduk kepada pertimbangan dari pemberi sugesti.
5.Terjadilah orang yang kena sugesti (suggestible)
Contoh penerapan sugesti dalam kehidupan:
1.Guru, seorang guru harus mampu menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan menanamkan nilai moral pada muridnya.
2.Sales, menyampaikan kalimat manis untuk menarik pembeli.
3.Motivator, memberikan semangat dan keyakinan pada peserta seminar.
4.Kelompok Radikal, mereka mencuci pikiran korban yang akan direkrut, lalu dilanjutkan dengan teknik indoktrinasi intensif (menjauhkannya dari masyarakat normal lalu dilatih jadi teroris).
5.Pemimpin negara, seorang pemimpin harus mampu mempropaganda rakyatnya dengan pandangan nilai yang dianutnya, sehingga ia harus benar-benar menguasai kemampuan sugesti.
6.Hipnoterapis, mengobati trauma dan depresi klien dengan memberikan berbagai masukan yang positif dan latihan relaksasi.
Setelah membahas mengenai teori dasar sugesti, kita akan lanjut membahas bagaimana sebenarnya para pelaku McDojo menipu korbannya dengan permainan sugesti, modusnya agak mirip dengan kelompok aliran sesat yang mempengaruhi keyakinan dan merampas uang korbannya.
Cara pendiri McDojo mengelabui korban menggunakan teknik Crowd Suggestion dan Prestige Suggestion:
1.Pelaku penipuan tidak pernah beraksi sendiri, ia selalu dibantu oleh beberapa temannya yang pandai berakting, ada yang akting jadi asisten pelatih dan ada juga yang akting jadi murid-murid.
2.korban yang tidak pernah belajar beladiri sebelumnya, terpesona melihat kesaktian sensei melempar lawan hanya dengan tenaga dalam seperti “kamehameha”, padahal guru dan murid-murid gadungan yang lain hanya sparring bohongan.
3.korban yang baru bergabung mulai di sugesti oleh kelompok penipu tersebut, diajari teknik dan teori pernafasan asal-asalan, teknik tembakan tenaga dalam bohongan, “murid-murid palsu” juga berakting agar korban yakin tenaga dalamnya berhasil.
4.korban disugesti dengan kehebatan gurunya, ketika murid-murid yang lain dihempas jatuh, korban yang tersugesti jadi ikut lemas karena takut melihat teman-temannya tumbang.
5.korban yang tersugesti dikenakan biaya latihan sangat mahal.
Cara menghindari penipuan McDojo:
1.Browsing terlebih dulu di internet, agar anda paham mengenai olahraga beladiri. Anda harus paham bahwa tidak ada beladiri di dunia ini yang sangat sakti seperti di film anime, kalau di dunia nyata ada ilmu sakti seperti dalam kartun, pasti semua pabrik senjata bangkrut sejak lama dan seluruh militer internasional berperang pakai tembakan tenaga dalam seperti Dragon Ball.
2.Apabila ada tempat latihan yang membuat anda penasaran, tonton dulu mereka latihan selama beberapa hari latihan, selama observasi sebaiknya anda jangan interaksi dulu dengan mereka, jadi mereka tidak merasa sedang diobservasi dan tetap bersikap alami (tidak berakting manis).
3.Dojo beladiri yang baik adalah dojo yang mudah diakses dan mudah dilihat oleh lingkungan sekitar (latihan dilapangan atau jendela gym-nya besar, bisa ditonton dari jalan), anda harus hati-hati dengan dojo yang terisolasi dan menutup diri dengan masyarakat, bisa jadi itu tempat kelompok McDojo beraksi atau bahkan kelompok radikal merekrut anggota baru.
4.Apabila biaya latihan sangat mahal, jangan ikut. Dalam beberapa kasus ada juga McDojo yang iurannya mahal namun latihannya kurang dari 1 jam.
5.Anda harus selalu skeptis, tidak boleh mudah percaya sebelum membuktikan sendiri. Jangan lupa berdoa agar dijauhkan dari kejahatan.
Referensi:
Dasar-Dasar Psikologi (1986). Yogyakarta: Kaliwangi Offset Yogyakarta.
Sujanto, Agus (1993). Psikologi Umum, Jakarta: Penerbit Bumi Aksara
Ahmadi, Abu (2003). Psikologi Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sunaryo (2002). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Komentar
Posting Komentar