Uke Vs Seme Theory In Martial Arts
Pada artikel kali ini penulis akan membahas teori dalam olahraga beladiri yang mungkin jarang didengar namun sebenarnya sering terlihat fenomenanya. Apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar istilah “Uke” dan “Seme”? Pasti dalam pikiran anda langsung terlintas romansa dua lelaki tampan yang menyukai sesama jenis yang biasa muncul di cerita manga bergenre “yaoi”. Namun sebenarnya istilah “Uke” dan “Seme” pertama kali digunakan dalam berbagai olahraga beladiri kuno di Jepang, seperti Jujutsu, Kenjutsu, Kempo, hingga Aikido.
Uke & Seme adalah pembagian dari 2 sistem latihan beladiri yang sangat bertolakbelakang dan saling bertentangan satu sama lain. Dari ribuan aliran beladiri yang tersebar di dunia, seni beladiri terpecah menjadi 2 kategori berdasarkan strategi jurus dan filosofinya. Di Cina, pembagian 2 aliran ini disebut juga dalam konsep “Yin & Yang”, sementara di eropa konsep pembagian ini dikenal juga sebagai “Offensive & Defensive”.
Seme (Offensive Style)
Seme (攻め, せめ, “attack”, “offense”) adalah tipe gaya bertarung yang fokus melatih teknik menyerang musuh. Dalam aliran beladiri tipe ini yang diutamakan adalah kekuatan fisik, kecepatan, agresifitas, dan emosi / amarah untuk menyalurkan tenaga serangan yang kuat. Konsep beladiri tipe Seme adalah keperkasaan dan kejantanan, adu jotos satu sama lain adalah latihan wajib bagi praktisi beladiri tipe ini. Ditinjau dari sisi psikologis, para praktisi gaya keras ini emosinya cenderung lebih meledak-ledak, karena memang selama berlatih mereka dituntut untuk menjadi pribadi yang agresif agar mampu menguasai jurus-jurus menyerang dengan baik. Contoh beladiri bergaya Seme antara lain Karate, Boxing dan aliran agresif lainnya.
Uke (Defensive Style)
Uke (受け, “receives”, “defense”) adalah tipe gaya bertarung yang fokus melatih teknik bertahan dan membalas serangan musuh. Dalam aliran beladiri tipe ini yang diutamakan adalah ketenangan, kelenturan gerak, dan kemampuan memanipulasi emosi lawan untuk memanfaatkan celah pertahanan yang terbuka saat lawan menyerang. Ditinjau dari sisi psikologis, para praktisi gaya ini pribadinya sangat santai dan kalem, dilihat dari penampilan luarnya hampir tidak bisa diduga bahwa dia seorang ahli beladiri, dalam berlatih mereka dituntut agar menjadi pribadi yang tenang, santai, senyap namun siap menerkam musuh kapan saja. Contoh beladiri bergaya Uke antara lain Aikido, Jujutsu dan aliran defensif lainnya.
Perbandingan antara gaya Uke Vs Seme
Dalam dunia olahraga beladiri, konflik dan pertentangan antara Uke dan Seme selalu terjadi. Apabila dalam komik yaoi Uke dan Seme merupakan pasangan romantis, dalam dunia olahraga beladiri mereka justru bagai air dan api.
Praktisi beladiri tipe Seme kerap menganggap beladiri tipe Uke tidak efektif, lamban, fisiknya lemah, terlalu lembut atau sifatnya kurang jantan. Sementara praktisi beladiri tipe Uke kerap risih dengan beladiri tipe Seme karena cenderung agresif, emosional, militeristik, dan mengajarkan kekerasan seperti preman. Sebenarnya tidak ada yang salah tidak ada yang benar dalam pertentangan teori ini, karena masing-masing aliran beladiri punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Sebagai contoh, beladiri tipe Uke mempunyai kelebihan dalam aplikasi jurus yang sangat luas, memanipulasi psikologis lawan, memotong dan menghentikan pergerakan musuh. Kelemahan beladiri tipe Uke adalah latihan fisik yang cenderung kurang, membutuh waktu lebih lama untuk menguasai jurusnya, dan sangat sulit dipelajari oleh anak-anak serta pemula karena tekniknya lebih rumit dibandingkan teknik beladiri tipe Seme. Terlebih lagi praktisi beladiri tipe Uke tidak akan bisa berkutik jika menghadapi praktisi beladiri tipe Seme yang memiliki teknik dinamis dan gerakan cepat. Teknik dan pergerakan beladiri tipe Uke juga cenderung kalah lincah jika dibandingkan beladiri tipe Seme, hal ini kerap menyulitkan ketika menghadapi lawan yang main keroyokan, dimana kita harus bergerak dinamis dan meloloskan diri dari kepungan.
Beladiri tipe Seme mempunyai kelebihan dalam latihan fisik, olahraga mereka lebih aktif dan lebih banyak bergerak, lebih membakar lemak dan kalori, teknik lebih praktis, lebih mudah dipelajari oleh pemula, sekali pukul lawan langsung pingsan dan pertarungan bisa diakhiri lebih cepat. Kelemahannya adalah praktisi beladiri tipe Seme kerap dibimbing menjadi agresif dan emosional, hal ini justru membuat mereka semakin mudah dimanipulasi oleh tipe Uke. Penulis tidak mengatakan bahwa praktisi Karate adalah orang bodoh, namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa teknik dan mental agresif mereka memang sangat beresiko tinggi dimanipulasi oleh lawannya yang menggunakan beladiri gaya bertahan seperti Aikido. Sekali teknik mereka dipotong dan dihentikan pergerakannya oleh praktisi beladiri tipe Uke, mereka tidak punya kesempatan melawan balik.
Lalu beladiri tipe apa yang terbaik?
Pilih beladiri yang kalian sukai sesuai selera masing-masing. Tidak ada olahraga beladiri yang 100% sempurna. Jika kalian memilih beladiri yang kalian sukai, kalian akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk berlatih hingga menguasainya lebih dalam. Jangan ikut-ikutan kata orang lain, selera orang lain belum tentu cocok dengan selera kita, yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.
Berlatihlah sesuai selera masing-masing. Itulah satu-satunya cara terbaik.
Lalu beladiri tipe apa yang terbaik?
Pilih beladiri yang kalian sukai sesuai selera masing-masing. Tidak ada olahraga beladiri yang 100% sempurna. Jika kalian memilih beladiri yang kalian sukai, kalian akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk berlatih hingga menguasainya lebih dalam. Jangan ikut-ikutan kata orang lain, selera orang lain belum tentu cocok dengan selera kita, yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.
Berlatihlah sesuai selera masing-masing. Itulah satu-satunya cara terbaik.




Komentar
Posting Komentar