Eye Focus in Martial Art
Banyak teori dan pendapat mengenai fokus pandangan mata saat sparring atau bertanding. Sebagian ahli beladiri mengajarkan murid-muridnya agar selalu fokus melihat mata lawan (eye contact), sementara sebagian ahli beladiri lainnya melarang eye contact dan mengajarkan melihat tubuh lawannya saja. Lalu sebenarnya kita harus melihat kemana saat bertarung? Mengapa teorinya berbeda-beda? Teori manakah yang benar?
Sebagian ahli berpendapat jika melihat mata lawan saat bertarung, kita bisa mengetahui gerak-gerik, ekspresi dan perkiraan kemana ia akan bergerak, namun sayangnya hal ini tidak berlaku jika lawan anda mahir berakting atau poker face. Bisa saja lawan anda melihat ke perut anda tapi ternyata itu cuman jurus tipuan dan malah memukul wajah anda.
Fokus melihat mata lawan juga menurunkan kewaspadaan anda sendiri. Mari kita lihat penjelasan dengan gambar dibawah, apabila kita fokus melihat mata musuh saat bertarung (eye contact), kita hanya akan melihat daerah wajah dan tangannya saja. Jika lawan anda cuman seorang petinju mungkin tidak masalah karena Boxing hanya menggunakan tinju dan tidak belajar tendangan.
Bagaimana jika lawan anda seorang ahli Kickboxing? Saat anda fokus melihat mata lawan, tiba-tiba bam!! Kaki anda sudah pincang ditendang olehnya.
Beberapa teori mengatakan jika anda melihat tubuh lawan saat bertanding, anda dapat melihat bagian tangan dan kaki lawan, dan bisa antisipasi saat ia mulai bergerak untuk memukul atau menendang.
Oke!! Teori fokus melihat tubuh lawan lebih menguntungkan dibandingkan teori fokus melihat mata lawan. Namun bagaimana jika lawan anda ahli Muay Thai? dimana lawan kerap mengangkat tangan tinggi-tinggi, dan anda tidak bisa mengawasi tangannya jika anda fokus pada tubuhnya?
Anda akan kewalahan menghadapi kombinasi pukulan tinggi dan tendangan rendahnya, karena anda tidak bisa fokus melihat keduanya bersamaan. Ingin mengawasi tendangan bawahnya, kepala anda kena sikut, ingin mengawasi jurus sikutnya, kaki anda kena tendang.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi penulis (praktek di arena langsung), teori yang paling benar adalah: Sebelum bertanding, lihat matanya dulu dan kenali lawan anda. Saat bertanding, lihat saja ke depan dan amati lawan secara keseluruhan, jangan menatap satu bagian tubuh lawan saja.
Sebelum bertanding kita harus mengenali lawan kita terlebih dahulu, bagaimana rupa wajahnya, siapa dia, bagaimana ekspresi emosinya. Ketika pertandingan dimulai, pandangan kita harus beralih dari fokus eye contact langsung geser menyebar ke seluruh tubuhnya, dari kepala, tangan, dan kaki.
Sama seperti saat anda menyetir mobil, anda harus terus melihat kedepan, mengawasi situasi di depan mobil anda secara keseluruhan, antisipasi berbagai gangguan yang mungkin saja muncul dari segala arah, seperti mobil lain yang belok sembarangan atau kucing lewat.
Melihat situasi secara keseluruhan, bukan fokus pada mobil depan anda saja.
Atau malah fokus pada ujung hidung mobil anda saja. Itu hanya akan mencelakakan anda.
Sama halnya saat bertanding, mengawasi lawan secara keseluruhan sangatlah mutlak, dan anda juga harus waspada dengan kondisi lingkungan sekitar, jangan sampai terlalu fokus pada satu orang lawan saja malah tidak bisa mendengar komando dari wasit. Saat menghadapi perampok, anda juga harus siap dengan penjahat yang main keroyokan, waspada kemungkinan serangan dari samping dan belakang juga. Ibarat saat mengemudi, sebelum berbelok anda harus melihat spion juga untuk jaga-jaga.
Bagaimana dengan praktisi beladiri tunanetra? Mereka tidak bisa melihat lawan namun bagaimana caranya mereka tetap mampu bertanding?
Tunanetra berbeda dengan praktisi beladiri normal, meski punya kelemahan namun mereka memiliki indera peraba dan pendengaran yang sudah terlatih lebih baik dibandingkan orang normal. Tanpa melihat lawan pun mereka bisa tahu dimana lawan dan serangan apa saja yang datang ke mereka.
Para ahli beladiri normal pun banyak yang mulai melatih indera peraba dan pendengaran dengan cara menggunakan penutup mata, berlatih jurus terus-menerus hingga mampu merasakan gerakan lawan tanpa melihat.
Sumber:
https://www.youtube.com/channel/UCHAK658fnY8YfibnY5-faIw
https://answers.yahoo.com/question/index?qid=20100427195436AAAjaCJ
http://magiccitydojo.com/blog/secrets-on-how-to-use-your-eyes-effectively-in-martial-arts
https://www.expertboxing.com/boxing-basics/how-to-box/where-to-look-during-a-fight
http://pacificwavejiujitsu.com/blog/why-sometimes-training-blind-is-better-in-the-martial-arts/













Komentar
Posting Komentar