Self-confidence in Combat Situation

 Salah satu masalah yang sering mengganggu kehidupan adalah masalah percaya diri. Masalah percaya diri ini bisa mengganggu siapa saja, termasuk juara beladiri kelas dunia, hingga anggota pasukan khusus sekalipun.

“Lawanku 2 meter lebih, saya cuman 160 cm, bagaimana ya?”


“Wuahh!! Lawanku ahli Karate, saya cuman belajar Boxing, bagaimana nih?”


“Waduh!! Rampoknya bawa pisau, saya gak bawa senjata.”


“Saya harus cepat menuju heli, tapi bagaimana kalau tiba-tiba ada ranjau dan booby trap di depan?”


  Perlu anda ketahui, ketika anda melamun dan galau dengan bayangan hal-hal buruk di pikiran anda, anda secara tak sadar menjadi terpaku diam ditempat, selagi anda bengong melamun di arena, lawan menghantam anda dengan cepat. Selagi anda melamun di tengah medan perang, musuh tiba-tiba menembak kepala anda. Satu detik kesempatan survive anda terbuang percuma akibat anda melamun dan galau.

  Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kekhawatiran akan selalu ada dalam situasi hidup dan mati, semakin tinggi ilmu yang kita pelajari, kita akan semakin paham dengan keadaan dan situasi di lapangan, termasuk pemahaman tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi dilapangan.

  Disamping masalah percaya diri, masalah yang juga ikut menyertai adalah masalah respon pada ancaman yang muncul di lapangan. Menurut teori Fight-or-flight Response (dipelopori oleh Walter Bradford Cannon), ketika hormon adrenalin bekerja dalam merespon kondisi yang mengancam nyawa, ada 2 opsi yang akan terjadi pada diri anda saat stress, yaitu fleeing (menghindar kabur seperti burung kaget) dan fight (melawan balik seperti lebah marah). Bagaimana kesigapan anda dalam menghadapi situasi bahaya tergantung pada bagaimana anda berlatih dan belajar, sebagai contoh ketika terjadi serangan teroris di tengah kota, sebagai warga sipil biasa anda pasti harus lari menjauh atau sembunyi agar tidak tertembak kan? Namun apabila anda bekerja sebagai pasukan anti teror, anda justru harus angkat senjata, meluncur ke TKP dan baku tembak melawan teroris tersebut karena itu tugas anda.

 Sayangnya banyak orang yang ketika menghadapi bahaya justru mengalami frozen (bengong, terpaku diam seperti beku), bahkan ada juga yang malah nangis-nangis hingga tidak terpikir untuk bergerak lari. Dalam merespon bahaya, semua orang pasti akan kaget (shock), pasukan khusus pun juga pasti kaget jika mereka sedang asik membicarakan anime idol kesukaan mereka tiba tiba BOMMM!!! Atau atlet beladiri yang bertanding dengan lawan yang belum ia kenal, tiba-tiba lawannya menggunakan jurus aneh yang belum pernah ia lihat, tentu akan membuat kaget, “jurus apaan tuh?”.

Masalah percaya diri dan masalah respon terhadap stress selalu datang bersamaan, dalam pertandingan kedua masalah tersebut biasanya muncul dalam 2 bentuk:

1. Menyerah sebelum bertanding
Tidak yakin dengan diri sendiri sebelum bertanding, ragu karena lawan di arena nanti seorang juara dan terkenal kuat, galau duluan, begitu diserang oleh lawan malah gak bisa apa-apa.

2. Kaget dengan kekuatan lawan
Ada jurus lawan yang belum pernah dilihat dan tidak diduga sebelumnya, kaget dan bingung gimana cara menghadapinya, terperanjak akhirnya gak bisa apa-apa.

  Menurut Sigmund Fred, Self-confidence adalah tingkatan rasa sugesti yang berkembang dalam diri seseorang sehingga merasa yakin dalam berbuat sesuatu. Menurut Thantaway, Self-confidence adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Jika anda ingin bekerja dan berjuang dengan baik, anda harus membangun rasa percaya diri sendiri terlebih dahulu, anda harus berani untuk bergerak dan mencoba.

Cara melatih kepercayaan diri dalam pertandingan:

1. Belajar dan berlatih
Cara yang paling utama adalah terus menambah wawasan dan latihan praktek. Anda tidak mungkin bisa menjadi juara Boxing jika anda tidak pernah berlatih teknik Boxing dengan baik. Anda tidak mungkin bisa menjadi anggota pasukan khusus jika menembak saja anda tidak bisa. Anda tidak mungkin selamat dari bencana alam jika tidak tahu cara berlindung dan evakuasi.


2. Tenang
Ketika ada ancaman datang semua orang pasti kaget, tapi jangan kaget terlalu lama dan terpaku bengong hingga tidak sempat bertindak. Lemaskan seluruh badan, atur nafas, rileks.

3. Cuek
Rasa khawatir dan pikiran negatif pasti ada, tapi jangan dipedulikan, anda harus cuek. Hajar ya hajar saja, tangkis ya tangkis aja jangan ragu-ragu. Tidak masalah lawan anda juara bertahan, walaupun anda masih pemula siapa tahu jurus anda lebih dinamis dari dia. Tidak masalah lawan anda lebih kuat, siapa tahu dia tidak bisa mengejar kelincahan anda. Tidak masalah lawan anda ahli Muay Thai, walaupun anda cuman belajar Boxing namun pukulan anda lebih keras. Cuek saja, jika lawan menyerang, langsung tangkis atau hindari, jika lawan lengah, langsung terjang, menang kalah belakangan yang penting kita usaha dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kudo (Daido Juku Karate)

Tenaga Dalam (Inner Power)

Senam Pemanasan & Pendinginan